Tag Archive: Ulang Tahun


Dalam rangkaian syukuran kecil di tahun ini, Kami ingin mempersembahkan:

“Metamorfosa Panji”

Panji adalah sosok pengembara yang senantiasa beradaptasi dengan jamannya. Menyatu dengan dinamika yang ada, mengisnpirasi lingkungannya. Sadar ataupun tidak Kita semua ini adalah Panji. Melalui acara “Metamorfosa Panji” ini Kami ingin mempertegas arti penting sebuah proses  yang dipengaruhi lingkungannya, yang nantinya akan muncul bentuk baru yang mampu menjadi inspirasi bahkan solusi. Metamorfosa Panji adalah proses keluar dari zona nyaman, untuk menemukan hal yang baru bahkan bentuk baru, layaknya ulat yang berproses dalam metamorfosanya untuk menjadi kupu-kupu.

5 tahun sudah Wayang Beber Metropolitan mengembara dalam dunia seni pertunjukan yang berada dalam jaman yang kini serba modern. Dulu cerita Wayang Beber mengisahkan Panji Asmorobangun yang mengembara mencari Dewi Sekartadji kekasihnya. Kini Kami mencoba memahaminya lebih luas, Kami tak sebatas bercerita tentang Panji, karena tiap diri Kami sendiri adalah sosok Panji yang sedang megembara. Seluruh memori kolektif pengembaraan Kami tertuang dalam karya pertunjukan Wayang Beber Metropolitan. Seperti halnya sosok Panji itu sendiri, Kami berusaha beradaptasi dengan kekinian. Sebuah upaya keras Kami untuk mengenalkan kembali Wayang Beber yang telah dilupakan, untuk kembali dikenal bahkan mampu menjadi kebanggaan di jaman yang serba modern ini, tanpa meninggalkan nilai-nilainya yang sudah ada sejak pertama kali Wayang Beber tercipta. Akhirnya Wayang Beber yang menjadi salah satu identitas kita sebagai bangsa yang memiliki keragaman budaya, mampu menjadi karya yang mengisnpirasi dunia.

image

Jakarta, 7 – 13 Juni 2015

Iklan

Wayang Beber Metropolitan, sebuah komunitas yg menggeluti seni pertunjukan Wayang Beber. Kota Metropolitan Jakarta yang keras tak menyurutkan kami untuk melahirkan kembali satu bentuk kearifan lokal yang telah punah. Mengambil esensi dari pengembaraan Panji Asmarabangun dalam mencari belahan jiwanya Dewi Sekartaji. Selama satu tahun kami mencoba menafsirkan ulang proses pengembaraan Panji. Tafsir ulang yang kami pahami sebagai pencarian jati diri secara individu, ataupun secara komunitas, bahkan sebagai bentuk proses pencarian jati diri bangsa.

Pasang surut perjalanan dalam proses, kami alami. Hingga pada akhirnya pada tanggal 9 Juni 2011, tepat 1 tahun proses panjang ini membuahkan hasil,meski masih banyak kekurangannya. Namun, semesta tak pernah diam, tempaanNya selalu disesuaikan dengan kapasitas kami. Layaknya pengembara, kami sejenak singgah di sebuah tempat milik seorang budayawan dan pemerhati seni pertunjukan, khususnya Wayang Beber, beliau adalah Bapak Taufik Rahzen. Ditempat itulah prosesi Ulang tahun kami, Wayang Beber Metropolitan berlangsung, dengan judul : “ Tedak Siti “

Tedhak Siti adalah prosesi budaya yg juga sudah punah. Dalam kultur jawa anak yang memasuki usia 1th mulai dikenalkan dengan dunia luar, proses ini diejawantahkan secara simbolis dalam prosesi adat Tedhak Siti atau menginjak tanah. Awal dimana tapak tapak kaki kecil mulai menyentuh bumi.

Begitu pula kami Wayang Beber Metropolitan,yang kini memasuki usia genap 1tahun. Dimana inilah awal kami untuk menapaki realita, untuk menemukan bentuk kami dalam proses karya pertunjukan Wayang Beber Metropolitan. Semoga apa yang kami awalai di Kota Metropolitan Jakarta ini, akan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

 

SELAMAT ULANG TAHUN KAWAN-KAWAN…

TERUS SEMANGAT DAN TERUS LAH BERKARYA..!!

 

Berikut dibawah ini beberapa foto acara syukuran “Tedhak Siti” tuk satu tahun Komunitas Wayang Beber Metropolitan..

 

Tumpeng Satu Tahun WBM di acara Syukuran Tedhak Siti

Tumpeng Satu Tahun WBM di acara Syukuran Tedhak Siti

 

Para anggota perempuan pertama di Komunitas Wayang Beber (dari kanan: Intan, Rovi, Agnes, dan Sari)

Para anggota perempuan pertama di Komunitas Wayang Beber (dari kanan: Intan, Rovi, Agnes, dan Sari)

 

Penjelasan dan pengenalan sedikit mengenai Wayang Beber oleh Dinda Intan

Penjelasan dan pengenalan sedikit mengenai Wayang Beber oleh Dinda Intan

 

Pemusik bermain sebelum pementasan wayang beber metropolitan di buka oleh dalang

Pemusik bermain sebelum pementasan wayang beber metropolitan di buka oleh dalang

 

Dalang Akan menuturkan kisah Wayang Beber Metropolitan yang pertama

Dalang Akan menuturkan kisah Wayang Beber Metropolitan yang pertama

 

Para Nayogo (pemain Musik) WBM yang bermusik dengan piring gembreng

Para Nayogo (pemain Musik) WBM yang bermusik dengan piring gembreng

 

Penutur WBM igin memberikan souvenir Wayang Sedotan

Penutur WBM igin memberikan souvenir Wayang Sedotan

 

Pemberian Souvenir Wayang Sedotan Kepada Bapak Taufik Rahzen

Pemberian Souvenir Wayang Sedotan Kepada Bapak Taufik Rahzen

 

Pemberian Tumpeng pertama dari Ketua WBM kepada Budayawan pemerhati Wayang Beber Bapak Taufik Rahzen

Pemberian Tumpeng pertama dari Ketua WBM kepada Budayawan pemerhati Wayang Beber Bapak Taufik Rahzen

 

Berfoto bersama acara 1 Tahun Komunitas Wayang Beber Metropolitan

Berfoto bersama acara 1 Tahun Komunitas Wayang Beber Metropolitan