Tag Archive: kebersamaan


Dalam Event Batavia Ert 2011, kami kembali diajak kerjasama oleh Museum Wayang untuk mengisi Booth yang ada dalam event Batavia Art Festival 2011 di Taman Fatahillah. Berbagai komunitas kesenian di Jakarta ikut berkecimpung dalam kegiatan yang diadakan oleh MuseuM Fatahillah. Event ini berlangsung selama dua hari dan sangat ramai dikunjungi oleh pengunjung dari berbagai kalangan.

Tema booth kami masih khas dengan perkembangan wayang beber dari yang tradisi sampai kontemporer. Walaupun terkesan seperti pameran mini, tapi semua informasi tentang perkembangan wayang beber ada didalamnya.

Selama pameran di dalam booth, kami juga mengadakan workshop menggambar dan mewarnai wayang beber kontemporer khusus untuk adik-adik yang datang berkunjung. Kami senang melihat adik-adik dapat menggambar bersama, saling berbagi pensil warna bersama tanpa ada rasa perbedaan diantara mereka. Adik-adik yang ikut dalam workshop ini ada yang datang dari rombongan sekolah, ada yang datang bersama orangtuanya yang memang saat itu sedang berjalan-jalan di Kota Tua, dan ada juga adik-adik pengamen cilik dan beberapa adik-adik yang kurang beruntung dalam hal perekonomian mereka. Tapi mereka semua melebur menjadi atu dan bergembira bersama selama workshop menggambar dan mewarnai wayang beber berlangsung. Berikut adalah beberapa foto kegiatan tersebut.

Setelah mengadakan workhop menggambar wayang beber bersama, kami juga bernyanyi bersama adik-adik dan membuat suasana pada siang yang panas menjadi lebih ceria dan menyenangkan. Karena semua adik-adik ikut bernyanyi dengan gembira dan para pengunjung yang singgah karena kebetulan lewat booth kami pun ikut tertawa dan bergembira bersama.

Di malam hari, kami mengadakan pementasan Wayang Beber sederhana didalam booth kami. Ketika pentas di mulai, ada satu anak yang bernama Leica, dia mencoba untuk ikut mendalang bersama Dalang kami. Malam itu banyak adik-adik yang juga ikut menonton dan asyik mendengarkan cerita yang dituturkan oleh adik kecil kami Leica.

Malam itu juga terdapat acara penutupan event Batavia art di stage utama. Tapi tanpa terasa, pementasan sederhana Wayang Beber Metropolitannmalam itu di penuhi oleh pengunjung yang merasa senang melihat penampilan Dalang bersama adik kecil kami Leica.

Penutupan acara pada event Batavia Art Festival 2011 pada malam itu berlangsung sederhana  tapi sangat meriah, dalam arti semua adik-adik adn pengunjung dapat bergembira bersama dan pulang tanpa ada rasa beban karena telah diringankan dengan pementasan yang berlangsung pada malam itu. Kami pun bersuka cita karena kami juga merasakan hal yang sama dan senang dapat lebih menceriakan suasana pada malam itu.

Iklan

Wayang Beber Metropolitan, sebuah komunitas yg menggeluti seni pertunjukan Wayang Beber. Kota Metropolitan Jakarta yang keras tak menyurutkan kami untuk melahirkan kembali satu bentuk kearifan lokal yang telah punah. Mengambil esensi dari pengembaraan Panji Asmarabangun dalam mencari belahan jiwanya Dewi Sekartaji. Selama satu tahun kami mencoba menafsirkan ulang proses pengembaraan Panji. Tafsir ulang yang kami pahami sebagai pencarian jati diri secara individu, ataupun secara komunitas, bahkan sebagai bentuk proses pencarian jati diri bangsa.

Pasang surut perjalanan dalam proses, kami alami. Hingga pada akhirnya pada tanggal 9 Juni 2011, tepat 1 tahun proses panjang ini membuahkan hasil,meski masih banyak kekurangannya. Namun, semesta tak pernah diam, tempaanNya selalu disesuaikan dengan kapasitas kami. Layaknya pengembara, kami sejenak singgah di sebuah tempat milik seorang budayawan dan pemerhati seni pertunjukan, khususnya Wayang Beber, beliau adalah Bapak Taufik Rahzen. Ditempat itulah prosesi Ulang tahun kami, Wayang Beber Metropolitan berlangsung, dengan judul : “ Tedak Siti “

Tedhak Siti adalah prosesi budaya yg juga sudah punah. Dalam kultur jawa anak yang memasuki usia 1th mulai dikenalkan dengan dunia luar, proses ini diejawantahkan secara simbolis dalam prosesi adat Tedhak Siti atau menginjak tanah. Awal dimana tapak tapak kaki kecil mulai menyentuh bumi.

Begitu pula kami Wayang Beber Metropolitan,yang kini memasuki usia genap 1tahun. Dimana inilah awal kami untuk menapaki realita, untuk menemukan bentuk kami dalam proses karya pertunjukan Wayang Beber Metropolitan. Semoga apa yang kami awalai di Kota Metropolitan Jakarta ini, akan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

 

SELAMAT ULANG TAHUN KAWAN-KAWAN…

TERUS SEMANGAT DAN TERUS LAH BERKARYA..!!

 

Berikut dibawah ini beberapa foto acara syukuran “Tedhak Siti” tuk satu tahun Komunitas Wayang Beber Metropolitan..

 

Tumpeng Satu Tahun WBM di acara Syukuran Tedhak Siti

Tumpeng Satu Tahun WBM di acara Syukuran Tedhak Siti

 

Para anggota perempuan pertama di Komunitas Wayang Beber (dari kanan: Intan, Rovi, Agnes, dan Sari)

Para anggota perempuan pertama di Komunitas Wayang Beber (dari kanan: Intan, Rovi, Agnes, dan Sari)

 

Penjelasan dan pengenalan sedikit mengenai Wayang Beber oleh Dinda Intan

Penjelasan dan pengenalan sedikit mengenai Wayang Beber oleh Dinda Intan

 

Pemusik bermain sebelum pementasan wayang beber metropolitan di buka oleh dalang

Pemusik bermain sebelum pementasan wayang beber metropolitan di buka oleh dalang

 

Dalang Akan menuturkan kisah Wayang Beber Metropolitan yang pertama

Dalang Akan menuturkan kisah Wayang Beber Metropolitan yang pertama

 

Para Nayogo (pemain Musik) WBM yang bermusik dengan piring gembreng

Para Nayogo (pemain Musik) WBM yang bermusik dengan piring gembreng

 

Penutur WBM igin memberikan souvenir Wayang Sedotan

Penutur WBM igin memberikan souvenir Wayang Sedotan

 

Pemberian Souvenir Wayang Sedotan Kepada Bapak Taufik Rahzen

Pemberian Souvenir Wayang Sedotan Kepada Bapak Taufik Rahzen

 

Pemberian Tumpeng pertama dari Ketua WBM kepada Budayawan pemerhati Wayang Beber Bapak Taufik Rahzen

Pemberian Tumpeng pertama dari Ketua WBM kepada Budayawan pemerhati Wayang Beber Bapak Taufik Rahzen

 

Berfoto bersama acara 1 Tahun Komunitas Wayang Beber Metropolitan

Berfoto bersama acara 1 Tahun Komunitas Wayang Beber Metropolitan