Tanggal 14-11-2011, Wayang Beber Metropolitan mendapatkan kesempatan untuk membeberkan cerita yang berjudul “ Kabut Hitam di Desa Temu Kerep “ dalam sebuah acara diskusi,yang mengupas tentang Serat Darmawangsa. Dimana 1000 th yang lalu di alun alun Kediri untuk yang pertama kalinya Serat Darmawangsa dibacakan. Renaisans yang muncul pada masa Dinasti Dharmawangsa ini sangat erat sekali dengan spirit Panji,sebuah proses pencarian jati diri pada masa itu. Sebuah pencerahan dari pengembaraan yang akhirnya menjadi pijakan perkembangan budaya saat itu,salah satunya adalah Wayang Beber.

Sebelum diskusi berjalan,kami diijinkan untuk membentangkan wayang beber Metropolitan. Sebuah gambar yang berisi memory kolektive abad 21 ini,berbaur dengan sastra dan tutur. Bpk Taufik Rahzen sepertinya ingin mengulang kembali 1000 yang lalu dengan rentetan peristiwa yang sudah berbeda. Kami Wayang Beber Metropolitan menjadi media layaknya Serat Dharmawangsa 1000 yang silam. Membeberkan kejadian kejadian sosial yang terkadang lepas dari pengamatan kita.

 

Gulungan wayang beber terpanjang di Indonesia, sepanjang 60m di samping karya wayang beber metropolitan

Gulungan wayang beber terpanjang di Indonesia, sepanjang 60m di samping karya wayang beber metropolitan

Penjelasan sedikit tentang Wayang  Beber Metropolitan dan sejarah singkat wayang beber oleh dintan putri

Penjelasan sedikit tentang Wayang Beber Metropolitan dan sejarah singkat wayang beber oleh dintan putri

DSC_4354

Dalang sedang menceritakan kisah wayang beber metropolitan

Dalang sedang menceritakan kisah wayang beber metropolitan

DSC_4361

 

Pementasan Waybemetro di Acara Sirat Serat Dharmawangsa

Pementasan Waybemetro di Acara Sirat Serat Dharmawangsa

Iklan