Tag Archive: budaya


Tanggal 19 November 2011,sebuah acara akbar kaum urban di Jakarta di gelar di kawasan Pasar Seni Ancol. Acara ini melibatkan berbagai komunitas di Jakarta,tidak terkecuali komunitas kami Wayang Beber Metropolitan. Dalam acara itu kami masih membawakan cerita yang sama “Kabut hitam di Desa Temu Kerep“ namun dengan penutur yang berbeda. Kali ini kawan kami Andri mendapatkan kesempatan utk menuturkan kisah tersebut.

Meski hiburan bernuansa musik2 underground,kami yang hanya sebatas seni tutur tidak bergeming dengan situasi yang seolah menghimpit kami. Justru di sinilah saatnya kami berbicara tentang identitas bangsa ini yang kini mulai tergerus. Lewat kisah ini,kami mengingatkan kembali tentang kondisi Negeri ini,ditengah hingar bingar yang sedang terjadi. Kami hanya dengan peralatan musik yang sederhana,bentangan lukisan wayang beber yg tidak bergerak. Namun karena kelihaian penutur kami, pertunjukan hari itu hidup. Cerita yg seolah sederhana ternyata menjadi tak sederhana lagi, lewat penutur kami penonton diajak untuk menertawakan diri sendiri. Kabut Hitam di Desa Temu Kerep,mengingatkan kita tentang sebuah perubahan menjadi modern yang tidak dilandasi dengan etika, menghilangkan akar budaya yang kini seolah menjadi biasa.

Dibawah ini beberapa foto-foto kegiatan sejak awal persiapan hingga pementasan..

Persiapan sebelum pentas Waybemetro

Persiapan sebelum pentas Waybemetro

Pertanyaan oleh MC panitia Urbanfest seputar Komunitas Waybemetro

Pertanyaan oleh MC panitia Urbanfest seputar Komunitas Waybemetro

 

Wayang Beber Metropolitan "Kabut Hitam di Desa Temu kerep"

Wayang Beber Metropolitan “Kabut Hitam di Desa Temu kerep”

 

Wayang Beber Metropolitan ditengah penonton Urbanfest = Pasar Seni Ancol

Wayang Beber Metropolitan ditengah penonton Urbanfest = Pasar Seni Ancol

 

Adegan robot2 yang menyerbu desa temu kerep

Adegan robot2 yang menyerbu desa temu kerep

 

Pemusik Waybemetro

Para Pemusik Waybemetro

Bang Opick dan Agnes Kostanti sebagai Sinden dan Waranggono

Bang Opick dan Agnes Kostanti sebagai Sinden dan Waranggono

Iklan

Dalam Event Festival Wayang Indonesia 2011 kali ini, kami berkesempatan untuk mengisi pada pembukaan acara Festival Wayang Indonesia 2011 di Ruang Serbaguna Museum Wayang. Walau waktu pementasan dibatasi hanya 15 menit, tapi pementasan pada pembukaan event ini berlangsung ramai dan penonton pun senang dengan adegan-adegan tambahan pada menit-menit akhir pementasan kami.

Persiapan pementasan singkat pun kami lakukan, seluruh team Wayang Beber Metropolitan merasa lebih tegang ketika bersiap-siap di balik layar. Karena yang kami hadapi adalah pembukaan event Festival Wayang Indonesia 2011, dan hanya dengan durasi waktu yang singkat tetapi kami harus tetap bisa membuat penonton bisa terhibur.

Hingga para tamu berdatangan masuk kedalam ruang sebaguna Museum Wayang, untuk pembukaan dan juga press conference setelah acara pembukaan berlangsung.

Pementasan kami pun dimulai, dan ketegangan teman-teman dalam team pertunjukan pun berlangsung cair, sehingga pementasan dapan berjalan dengan lancar.

 

Dalam Event Batavia Ert 2011, kami kembali diajak kerjasama oleh Museum Wayang untuk mengisi Booth yang ada dalam event Batavia Art Festival 2011 di Taman Fatahillah. Berbagai komunitas kesenian di Jakarta ikut berkecimpung dalam kegiatan yang diadakan oleh MuseuM Fatahillah. Event ini berlangsung selama dua hari dan sangat ramai dikunjungi oleh pengunjung dari berbagai kalangan.

Tema booth kami masih khas dengan perkembangan wayang beber dari yang tradisi sampai kontemporer. Walaupun terkesan seperti pameran mini, tapi semua informasi tentang perkembangan wayang beber ada didalamnya.

Selama pameran di dalam booth, kami juga mengadakan workshop menggambar dan mewarnai wayang beber kontemporer khusus untuk adik-adik yang datang berkunjung. Kami senang melihat adik-adik dapat menggambar bersama, saling berbagi pensil warna bersama tanpa ada rasa perbedaan diantara mereka. Adik-adik yang ikut dalam workshop ini ada yang datang dari rombongan sekolah, ada yang datang bersama orangtuanya yang memang saat itu sedang berjalan-jalan di Kota Tua, dan ada juga adik-adik pengamen cilik dan beberapa adik-adik yang kurang beruntung dalam hal perekonomian mereka. Tapi mereka semua melebur menjadi atu dan bergembira bersama selama workshop menggambar dan mewarnai wayang beber berlangsung. Berikut adalah beberapa foto kegiatan tersebut.

Setelah mengadakan workhop menggambar wayang beber bersama, kami juga bernyanyi bersama adik-adik dan membuat suasana pada siang yang panas menjadi lebih ceria dan menyenangkan. Karena semua adik-adik ikut bernyanyi dengan gembira dan para pengunjung yang singgah karena kebetulan lewat booth kami pun ikut tertawa dan bergembira bersama.

Di malam hari, kami mengadakan pementasan Wayang Beber sederhana didalam booth kami. Ketika pentas di mulai, ada satu anak yang bernama Leica, dia mencoba untuk ikut mendalang bersama Dalang kami. Malam itu banyak adik-adik yang juga ikut menonton dan asyik mendengarkan cerita yang dituturkan oleh adik kecil kami Leica.

Malam itu juga terdapat acara penutupan event Batavia art di stage utama. Tapi tanpa terasa, pementasan sederhana Wayang Beber Metropolitannmalam itu di penuhi oleh pengunjung yang merasa senang melihat penampilan Dalang bersama adik kecil kami Leica.

Penutupan acara pada event Batavia Art Festival 2011 pada malam itu berlangsung sederhana  tapi sangat meriah, dalam arti semua adik-adik adn pengunjung dapat bergembira bersama dan pulang tanpa ada rasa beban karena telah diringankan dengan pementasan yang berlangsung pada malam itu. Kami pun bersuka cita karena kami juga merasakan hal yang sama dan senang dapat lebih menceriakan suasana pada malam itu.

Dalam Event ini, kami diberikan kesempatan oleh pihak Museum Wayang untuk meramaikan Pekan Museum (yang diikuti oleh seluruh Museum di Jakarta). Museum Wayang mengadakan pameran dengan tema Wayang Beber, dari tradisi hingga kontemporer. Dalam pameran ini Kami Komunitas Wayang Beber Metropolitan diberikan kesempatan untuk mengisi dan men-design ruang pameran yang ada di ruang serbaguna Museum Wayang. Koleksi pameran untuk wayang beber tradisi adalah koleksi dari Museum Wayang. Sedangkan koleksi untuk wayang beber kontemporer adalah koleksi dari Komunitas Wayang Beber Metropolitan sendiri. Pembukaan pameran ini langsung dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Jakarta beserta Wakil Kepala Dinas.

Mereka langsung melihat keliling pameran dan bertanya juga memberikan komentar juga masukan yang positif untuk kami.

Pameran berlangsung selama seminggu, dan pengunjung yang datang dari berbagai umur, profesi dan kalangan.

Selama pameran berlangsung kami juga mengadakan workshop menggambar wayang beber untuk para pengunjung. Ini adalah salah satu bentuk pengenalan wayang beber kepada para pengunjung. Para peserta wokshop wayang beber juga belajar dengan sangat antusias.

Selain pameran dan workshop, kami juga mengadakan pementasan wayang beber metroplitan. Pementasan ini diadakan pada awal pembukaan pameran dan pada hari terakhir pameran. Pengunjung juga sangat menikmati pementasan yang telah kami berikan.

Dalam Kegiatan Festival Museum 2011 ini, kami senang karena dapat memberikan kontribusi yang positif untuk negri ini, dan inilah tindakan nyata kami.