Awal terbentuknya komunitas Wayang Beber Metropolitan ini dimulai dari kegemaran kami terhadap seni, khususnya seni rupa (sketsa). Pada awalnya ada seorang teman kami yang pada tahun 2009 membuat sebuah karya wayang beber dan masing-masing dari kami ikut berpartisipasi dalam karya pertunjukan tersebut. Lalu atas dasar kegemaran kami dalam seni rupa,akhirnya kami tertarik untuk mulai berproses dalam pembuatan wayang beber. Banyak hal yang membuat kami tertarik tentang wayang beber ini, mulai dari cerita-ceritanya, cara menceritakan wayang wayang beber yang berbeda dengan wayang lainnya, karakter gambar yang ada didalam wayang beber, sampai pada esensi atau makna cerita panji dalam wayang beber yang bisa diaplikasikan dalam proses kehidupan. Karena merasa memiliki visi dan misi yang sama, akhirnya kami sepakat untuk membuat sebuah komunitas yang bernama “Wayang Beber Metropolitan”, yang mencoba untuk memunculkan fenomena metropolitan kedalam bentuk wayang beber.

Komunitas Wayang Beber Metropolitan ini dalam berkegiatan tidak hanya menggoreskan gambar wayang diatas kain, tapi kami bersama-sama membangun sebuah keluarga kecil dimana semua anggota dapat berpartisipasi didalamnya. Ada yang berpartisipasi dalam memainkan alunan musik, tarian, nyanyian, tehnik visual, dan yang terpenting ada menceritakan kisah dari wayang yang kami buat diatas lembaran kain, yaitu dalang. Walau kami semua masih sangat baru dalam bidang seni pertunjukan ini, tapi kami terus berproses bersama untuk dapat memberikan yang terbaik.

Wayang Beber Metropolitan merupakan sebuah komunitas yang terdiri dari beberapa muda-mudi,belum banyak memiliki anggota. Komunitas ini juga biasa kami sebut dengan sappaan hangat yaitu “WBM.”Sebagian besar dari anggota kami kaum muda yang bersatu dari berbagai macam umur,pekerjaan bahkan tempat tinggal kami pun berbeda semua, tapi hati kami tetap satu untuk bisa berproses bersama, bisa dibilang Bhineka Tunggal Ika.

Wayang merupakan suatu yang mungkin terbilang langka bagi kaum muda di Jakarta yang notabennya “Kota Metropolitan”. Kami sehari-hari hidup dijakarta yang memiliki sejuta kesibukan, sejuta hal yang terus menerus berubah, tak ada yang pasti dan semua menjadi ruang relativitas. Maka untuk itu kami mencoba menjawab kegelisahan kami terhadap semua kejadian di kota kami tercinta ini dengan karya yang indah, bukan tindakan-tindakan yang anarkis.

Dengan warisan leluhur yang hampir punah, kami mencoba belajar sedikit-demi sedikit. Mengapa kami belajar? Karena kami bukan kaum muda yang memang sudah menggeluti dunia wayang sebelumnya. Ibarat bayi masih merah baru lahir, perlahan bisa diberi asi, bisa menangis, berjalan, dan tumbuh terus menjadi dewasa. Itulah kami yang dari titik nol tertarik pada seni budaya Wayang beber dan ingin mengenalkan pada khalayak ramai bahwa ada sebuah seni trasdisi yang hampir punah dan harus dilestarikan dan kami terus belajar.

Proses kami di Komunitas ini sedikit berbeda dari Wayang Beber Tradisi. Kami menyesuaikan dengan ruang kami yang berada di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta, tetapi kami tidak meniggalkan pakem yang ada. Disini kami berproses dengan sepenuh hati dan kemampuan kami. Yang terpenting dalam proses ini adalah olah rasa dan kejujuran. Rasa saling memiliki selalu kami bina, rasa tepa salira,dll. Maka kami sudah menjadi sebuah keluarga kecil yang sedang berproses dan terus berproses.

Dalam komunitas ini tidak semua anggota harus bisa menggambar wayang karena sesungguhnya kami adalah wayang di dunia ini. Kami mengangkat esensi “perjalanan panji”, yang selalu mencari keseimbangan, yang selalu menebar rasa kasih sayang. Jadi disini kami bukan seolah-olah bertingkah laku menjadi seorang panji, melainkan mencari panji kami sendiri dalam kehidupan ini.Mungkin terkesan sedikit berat kalau kata anak muda zaman sekarang, tapi jika kita jujur menjalani proses ini, pasti akan menyenangkan. Seperti kami yang bisa bercerita, tertawa bersama, membuat karya bersama, proses kami terbilang masih baru, tapi kami akan terus belajar dan berproses.

Sebagai bentuk apresiasi bersama, maka kami membuat sebuah karya pertunjukkan wayang beber dengan tetap mempertahankan fungsi utama Wayang Beber sebagai pertunjukan yang di tonton oleh masyarakat tetapi juga memiliki tuntunan untuk dapat diikuti, Walaupun kami hanya sekelompok kecil, tapi ini adalah peran nyata kami sebagai generasi muda untuk  berapresiasi terhadap seni budaya bangsa. Dan kami berharap komunitas ini dengan media wayang beber dapat menjadi media lintas generasi untuk menyampaikan pesan-pesan positif sesuai dengan jamannya. Dan besar harapan kami dalam seni pertunjukan Wayang Beber ini, selain sebagai seni tradisi yang tertua di dunia pewayangan diharapkan dapat terus dilestarikan.

Iklan